PANDANGAN HIDUP

Oleh: Hadi Rianto

Salimunj.com- Kegiatan keseharian yang kita jalani pada dasarnya dipengaruhi oleh pandangan / konsep kita tentang kehidupan. Baik itu pandangan terhadap tuhan, alam semesta, dan manusia, serta hubungan antara ketiga hal tersebut. Cara pandang kita tentang kehidupan dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain: kebudayaan, filsafat, agama, kepercayaan, tata nilai masyarakat atau hal-hal yang kita konsumsi. Sebelum beranjak lebih jauh, marilah sejenak kita lihat definisi pandangan hidup dari beberapa tokoh dibawah ini.

Menurut Ninian Smart, pandangan hidup adalah kepercayaan, perasaan dan apa-apa yang ada dalam pikiran orang yang berfungsi sebagai motor bagi keberlangsungan dan perubahan sosial dan moral. Hampir sama dengan Smart, Thomas F Wall mengemukakan pandangan hidup adalah sistem kepercayaan asas yang integral tentang hakikat diri kita, realitas dan tentang makna eksistensi.

Beberapa ulama abad 20 seperti al-Mauwdudi, Sayyid Quthb dan Naquib al-Attas juga memiliki definisi tentang pandangan hidup walaupun dengan istilah yang berbeda-beda. Menurut al-Mauwdudi pandangan hidup (Islami nazariat) adalah pandangan hidup yang dimulai dari konsep keesaan Tuhan (syahadatain) yang berimplikasi pada keseluruhan aktivitas kehidupan manusia di dunia. Sebab syahadatain adalah pernyataan moral yang mendorong manusia untuk melaksanakannya dalam kehidupan secara menyeluruh.

Sayyid Quthb mengartikan pandangan hidup (al-tasawwur al-Islami), sebagai akibat dari keyakinan yang terbentuk dalam pikiran dan hati setiap muslim, yang memberi gambaran khusus tentang wujud dan apa-apa yang ada dibalik itu. Sementara untuk Naquib al-Attas pandangan hidup (Ru’yatul Islam lil wujud) adalah pandangan Islam tentang realitas dan kebenaran yang nampak oleh mata hati kita dan yang menjelaskan hakikat wujud; oleh karena apa yang dipancarkan Islam adalah wujud yang total maka pandangan hidup Islam ialah pandangan Islam tentang wujud.

Pandangan hidup terbentuk secara perlahan-lahan, hingga kemudian terakumulasi menjadi sudut pandang atau cara berpikir kita tentang kehidupan. Pandangan hidup dapat terbentuk melalui kebudayaan yang ada dimasyarakatnya. Apabila pembentukan tersebut tidak disertai dengan konsep ilmu atau konsep-konsep lain yang berkaitan, maka kebudayaan itu hanya menghasilkan pandangan hidup tanpa adanya kegiatan ilmiah, atau distribusi ilmu pengetahuan dimayarakat. Tetapi apabila disertai dengan konsep-konsep ilmu yang berkaitan, maka pandangan hidup yang dihasilkan dari kebudayaan ini akan berkembang.

Konsep ilmu yang berhubungan akan terbentuk pandangan hidup secara terstruktur. Menurut Profesor Alparslan, ada lima kategori dari struktur pandangan hidup: 
1. Struktur tentang konsep kehidupan 
2. Struktur tentang konsep dunia 
3. Struktur tentang konsep manusia 
4. struktur tentang konsep nilai 
5. struktur tentang konsep konsep

Dari kategori-kategori ini saling memiliki keterkaitan dan tidak bisa (dipisahkan). Hubungan antara konsep kehidupan dengan konsep dunia melahirkan konsep ekonomi. Konsep kehidupan dengan konsep pengetahuan melahirkan konsep ilmu dan teknologi. Konsep pembelajaran dengan konsep manusia melahirkan konsep pendidikan. Konsep manusia dengan konsep nilai konsep melahirkan konsep politik. Konsep nilai dengan konsep dunia melahirkan konsep politik. Konsep ekonomi, ilmu dan teknologi, pendidikan, hukum, dan politik tidak dapat berdiri sendiri dan semuanya (saling dipengaruhi satu sama lain).

Sedangkan Thomas berpendapat suatu pandangan hidup ditentukan oleh pemahaman individu terhadap enam bidang pembahasan, yaitu: 
1. Tuhan 
2. Ilmu 
3. Realitas 
4. Diri 
5. Etika 
6. Masyarakat

Kepercayaan terhadap Tuhan merupakan elemen yang sangat penting. Jika kita percaya Tuhan, maka kita juga percaya terdapat tujuan dan makna hidup. Kita juga akan percaya bahwa nilai moral tidak hanya sekedar kesepakatan diantara manusia, tapi kehendak Tuhan. Selanjutnya kita juga akan percaya bahwa ilmu pengetahuan lebih dari apa yang dapat diamati. Sebaliknya, jika kita tidak percaya Tuhan, maka kita hanya percaya bahwa yang ada hanya satu dunia. Dan pandangan hidup yang kita miliki juga hanya terbatas apa yang nampak oleh indera dan pikiran kita.

Prof. Al-Attas mengemukakan bahwa elemen-elemen pandangan hidup Islam sangatlah banyak, dan saling memiliki keterkaitan. Diantara yang paling utama adalah:
1. Konsep tentang hakikat Tuhan
2. Konsep tentang wahyu
3. Konsep tentang penciptaan
4. Konsep tentang hakikat kejiwaan
5. Konsep tentang ilmu
6. Konsep tentang agama
7. Konsep tentang (kebebasan)
8. Konsep tentang nilai dan kebajikan
9. Konsep tentang kebahagian

Dari beberapa pendapat tokoh diatas seperti Prof. Alparslan, Thomas, dan Prof. Al-Attas kita dapat mengombinasikan elemen/kategori tersebut menjadi:
1. Sturktur tentang konsep Ketuhanan
2. Struktur tentang konsep kehidupan
3. Struktur tentang konsep dunia
4. Struktur tentang konsep manusia
5. Struktur tentang konsep nilai
6. Struktur tentang konsep pengetahuan

Konsep ketuhanan sendiri sudah mencakup bidang yang sangat luas, termasuk konsep hakikat Tuhan, wahyu, nabi, agama, penciptaan dan sebagainya. Konsep ketuhanan yang kita miliki juga akan saling memengaruhi terhadap konsep kehidupan, dunia, manusia, nilai, dan pengetahuan.

Setelah mengetahui definisi dan elemen/kategori dari pandangan hidup, kita juga harus mengetahui cara mencari kebenaran yang hakiki. Hal ini menjadi penting untuk diketahui agar pandangan hidup yang kita miliki bersifat konstruktif. Cara mencari kebenaran yang hakiki dapat kita sebut juga dengan istilah epistemologi. Epistemologi barat terdiri dari sumber yang empiris (Empirical source:positivism) dan sumber yang rasional (Rational Source:rationalism). Sedangkan dalam epistemologi Islam terdiri dari epistemologi barat ditambah wahyu Tuhan (Revelation).

Definisi empiris adalah suatu gagasan yang bersifat rasional yang dibentuk oleh individu melalui pengalamannya (Izzatur Rusuli: 2005). Definisi rasional itu sendiri adalah doktrin filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran harus ditentukan atau didapatkan melalui pembuktian, logika, dan analisis berdasarkan fakta. Disisi lain, rasionalisme juga menentang empirisme, karena kaum rasionalisme berpendapat bahwa ada kebenaran yang secara langsung dapat dipahami, tanpa pengalaman indrawi. Dalam Islam, ada epistemologi yang lebih tinggi dari empirisme dan rasionalisme, yaitu wahyu Tuhan. Wahyu adalah kalam Allah yang diturunkan untuk seluruh makhluk-Nya melalui perantara Malaikat atau secara langsung kepada Nabi dan Rasul-Nya. Rasulullah saw pernah bersabda: “Aku telah meninggalkan kamu sekalian pada dua perkara yang kamu tidak akan sesat selama kamu berpegang teguh kepada keduanya, yaitu: Kitab Allah (Al-Qur’an) dan Sunnah Rasul-Nya”.

Demikianlah pandangan hidup yang harus kita miliki, terintegrasi secara menyeluruh. Pandangan hidup secara integral akan sampai kepada pencarian kebenaran yang hakiki. Tidak dibatasi oleh ruang-ruang tertentu (keduniaan) dan menjelajah lebih luas lagi baik yang nampak maupun tak nampak (metafisik). Tetapi tulisan ini jauh dari kata sempurna dan perlu diskusi serta kajian lebih lanjut. Kritik dan saran bisa disampaikan kepada penulis secara langsung.

Daftar Pustaka
Dahlan, Ahmad.2015. Hakikat dan Pengertian Epistemologi dalam Kajian Filsafat Ilmu. http://www.ahmaddahlan.net/2015/10/hakikat-dan-pengertian-epistemologi-dan-Epistimologi-filsafat-ilmu.html?m=1 (8 Januari 2018)
Shalahuddin, Henri.2017. Islam Sebagai Pandangan Hidup. Sekolah Pemikiran dan Peradaban Islam LDK Salim UNJ. Jakarta
Zarkasy, Hamid Fahmy.2013.Worldview Islam dan Kapitalisme Barat. Gontor

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *