Trump Akui Yerusalem sebagai Ibukota Israel, Dua Negara Sekutunya Lakukan Ini

Salimunj.com- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melakukan keputusan sepihak dengan mengakui Yerusalem sebagai Ibu kota Israel dalam pidato publiknya pada rabu (6/12) waktu setempat.

“Saya sudah menetapkan bahwa sudah saatnya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” Kata Trump. Lebih lanjut, Trump juga memerintahkan pemindahan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Sontak, langkah sepihak Trump tersebut menimbulkan kecaman dari berbagai pihak diseluruh dunia dan berpotensi memicu konflik yang baru di daerah tersebut.
Perdana Menteri Inggris, Theresa May melalui juru bicaranya menolak untuk menyetujui keputusan AS yang mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel.
“Kami tidak setuju dengan keputusan Amerika Serikat untuk memindahkan kedutaannya ke Yerusalem sebagai ibu kota Israel sebelum kesepakatan status terakhir,” Ujar juru bicara May
Inggris sebagai sekutu terdekat Amerika Serikat menganggap bahwa keputusan Trump tersebut tak akan membantu upaya perdamaian antara Palestina dan Israel.
“Kami percaya (Keputusan sepihak AS) tidak membantu perdamaian di wilayah ini.” Ujar Theresa.

Penolakan lain juga datang dari sekutu AS di Uni Eropa yaitu Emanuel Macron, Presiden Perancis yang mengatakan bahwa status Yerusalem telah menjadi perhatian besar masyarakat dunia sehingga ia menolak keputusan sepihak tersebut dan menyerukan perdamaian.

“Keputusan ini merupakan keputusan yang tidak diterima Prancis dan bertentangan dengan hukum internasional dan semua resolusi Dewan Keamanan PBB,” Tegas Macron.

Inggris dan Perancis sama-sama menilai bahwa status Yerusalem harus ditentukan melalui solusi dua negara dan keputusan AS untuk memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem sebagai penghalang kesapakatan perdamaian antara Palestina dan Israel. (FN) Dihimpun dari berbagai sumber

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *