Menyelami Makna Cinta dalam Film “Duka Sedalam Cinta”

Oleh : Heri Samtani

Perubahan diri seseorang, ternyata membuahkan efek besar pada jalan hidup orang lain. Seperti persimpangan yang kau buat untuk mengubah arah hidup mereka.

Filosofi inilah yang menjadi daya tarik film Duka Sedalam Cinta. Film yang bertemakan hijrah ini cukup sukses menghilangkan getar-getar penasaran di hati para penggemar KMGP. Letupan emosi yang tertahan karena KMGP tak sampai pada ujung cerita, rasanya tertuntaskan lewat film Duka Sedalam Cinta (KMGP 2).

Film ini mengupas lebih detail soal perubahan diri Mas Gagah. Tentang apa yang terjadi di Ternate. Bagaimana proses perubahan kesadaran itu muncul dalam diri Mas Gagah. Ketika malam tengah menggenapkan gelapnya, Gagah bermunajat, sekaligus memohon ampunan pada Allah.

Film ini juga menyajikan fragmen-fragmen dari sekuel sebelumnya. Alhasil, buat para Movie Lover yang belum nonton sekuel pertamanya, nggak perlu khawatir bakal melongo ketika menikmati filmnya. Sajian alur yang rapi membantu penonton untuk memahami jalan cerita.

Dinamika perubahan karakter tokoh Githa terlihat menarik dalam film ini. Githa mencoba berdamai dengan hatinya. Melebur kerasnya hati untuk mempersilakan masuk datangnya hidayah dari Allah. Puncaknya adalah ketika ia memantapkan hati untuk berjilbab. Dan begitu semangat ingin memamerkan perubahannya di hadapan Mas Gagah.

Tapi sayang, menara harapan yang dibangun diam-diam itu terpaksa runtuh begitu datang kabar tak sedap. Gagah masuk ICU. Kondisinya kritis. Dalam lirih, Githa berucap; “jangan tinggalin Githa ya..” Sesaat kemudian, Gagah tak bisa bertahan. Ah.. Penonton mana yang tak robek perasaannya dengan menyaksikan kepedihan Githa dan mama Gagah. Emosi pecah. Film ini berhasil menyisakan jejak-jejak butiran kristal yang mencair di pipi penonton. Dan membentuk lubang yang menganga. Semakin sempurna dengan iringan lagu Rabbana-Indah Nevertari yang melatari tangisan Githa.

Setelahnya, alur dipadatkan. Dengan dinamika yang sulit ditebak. Menarik. Penuh gejolak. Di akhir, penonton akan sama-sama memahami mengapa film ini diberi judul “Duka Sedalam Cinta”. Film ini telah berhasil memaknai cinta dengan lebih agung. Lebih berkelas.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *