Wakil Dubes Myanmar Sebut Masyarakat Rohingya Sebagai Teroris

Salimunj.com-, Pada hari Jum’at (8/9) lebih dari 1500 massa aksi dari berbagai elemen organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Islam Peduli Rohingya melakukan Aksi Damai Peduli Rohingya di Kedubes Myanmar, Menteng-Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut merupakan bentuk protes tindakan genosida yang dilakukan aparat militer Myanmar terhadap etnis minoritas Rohingya di Rakhine, Myanmar.

Dalam aksinya, perwakilan massa aksi yaitu Ahmad Firdaus (FSLDK Indonesia) dan Raizal Arifin (PP Pemuda PUI) diberikan kesempatan untuk melakukan audiensi selama kurang lebih 5 menit dengan perwakilan dari Kedubes Myanmar.

“Sudah kita sampaikan betul point-point tuntutan kita dan tadi kita ditemui oleh wakil duta besar (Dubes) Myanmar,” teriak Ahmad Firdaus yang menjadi perwakilan audiensi kepada massa Aksi Damai Peduli Rohingya.

Perwakilan audiensi menyampaikan bahwa mereka mengecam keras tindakan tidak berperikemanusiaan yang dilakukan oleh junta militer Myanmar. Dalam audiensi, perwakilan massa aksi menyayangkan betul pernyataan yang diucapkan oleh Wakil Dubes Myanmar yang menggangap bahwa orang-orang Rohingya sebagai teroris.

“Apa pendapatmu jika yang kita perangi itu adalah terorisme?” Ujar Wakil Dubes Myanmar kepada perwakilan audiensi massa aksi ketika ditanya alasan melakukan pembantaian secara keji terhadap etnis minoritas Rohingya.

“Teroris itu, apakah termasuk anak-anak yang dibunuh secara keji? Anak-anak yang disembelih dengan sadis? Wanita lemah yang diperkosa? Itukah teroris?”Jawab Ahmad Firdaus dengan sengit.

“Mereka adalah teroris,” tegas wakil Dubes Myanmar.

Perwakilan audiensi mempertanyakan definisi teroris yang dimaksud oleh wakil Dubes Myanmar, kemudian dijawab oleh wakil Dubes dengan mengatakan bahwa teroris itu adalah yang menyerang militer dan polisi.

“Mereka wajar menyerang. Sebab anda bunuh anaknya, ibunya dan saudara-saudarinya. Itu efek kebrutalan anda.” Tukas Ahmad Firdaus.

“Kalau demikian, siapa yang sebenarnya teroris? Masyarakat yang mempertahankan diri, atau justru junta militer yang melakukan penyerangan terhadap pemukiman, anak-anak, ibu-ibu, dan orang tua yang tidak berdosa?” Tambahnya.

Kemudian pernyataan tersebut ditanggapi oleh pihak Kedubes Myanmar dengan meminta untuk mengakhiri pertemuan tersebut.

“Saya minta anda rakyat Myanmar untuk bisa mencontoh kami rakyat Indonesia. Disini semua etnis, semua agama termasuk Budha bisa hidup dengan aman dan nyaman,” ujar perwakilan audiensi massa Aksi Damai Peduli Rohingya Raizal Arifin kepada Wakil Dubes Myanmar sebelum pertemuan audiensi diakhiri.

Lebih lanjut, Raizal Arifin juga mengingatkan kepada Wakil Dubes Myanmar bahwa umat Islam tidak akan pernah diam selama ketidakadilan terhadap etnis minoritas Rohingya di Rakhine, Myanmar terus terjadi.

“Perlu anda ketahui aksi ini tidak akan berakhir dan berhenti, sampai anda memperlakukan saudara muslim kami Rohingya bisa anda perlakukan dengan sebaik-baiknya.” Tutupnya dengan tegas.(FN)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *