Pernyataan Sikap LDK Salim UNJ

Terkait penutupan dan pelarangan ibadah umat Islam Palestina di Masjidil Aqsha

Salimunj.com- Pertama kalinya dalam sejarah, umat Islam dilarang melakukan aktivitas ibadah di Masjid mereka sendiri, Masjid Al-Aqsha. Hal ini membuat Umat Islam tidak bisa beribadah dengan bebas sebagaimana haknya yang telah diatur dalam Piagam PBB. Pelarangan tersebut juga diikuti oleh tindakan terorisme yang dilakukan oleh Israel dengan melakukan penembakan terhadap Imam Masjid Al-Aqsha, Sheikh Ikrimah Sabri.

Tindakan penutupan dan pelarangan beribadah yang dilakukan oleh Israel jelas-jelas merupakan tindakan yang sangat rasis, melanggar HAM dan mengancam perdamaian dunia. Apalagi, Israel sebetulnya tidak memiliki kedaulatan di kota Al-Quds tersebut.

Sebagai bagian dari anak bangsa yang percaya pada falsafah bangsa, UUD 1945, dimana Indonesia menentang segala bentuk penjajahan di atas muka bumi dan turut serta menjaga perdamaian dunia. Maka dengan ini, LDK Salim UNJ menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Mengajak umat Islam untuk berempati dan mengirimkan doa terbaik bagi perjuangan saudara kita di Palestina;

2. Mengecam keras penutupan Masjid Al-Aqsha untuk aktivitas ibadah umat Islam yang dilakukan oleh Israel Yahudi Laknatullah;

3. Mengutuk tindakan terorisme tentara Israel terhadap warga Palestina yang tidak beradab dan tidak berperikemanusiaan;

4. Menuntut pemerintah Indonesia untuk bertindak tegas melalui OKI dan PBB terkait isu konflik Israel-Palestina sesuai dengan amanat konstitusi (UUD 1945) dalam mewujudkan perdamaian dunia dan menentang segala bentuk penjajahan;

5. Menyerukan kepada lembaga dan ormas Islam dunia untuk turut serta melindungi dan dalam usaha pembebasan kiblat pertama umat Islam, Masjid Al-Aqsha.

Tertanda,
Mujahid Robbani Sholahudin
Ketua LDK Salim UNJ

Narahubung:
Firdaus – 081310660643

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *