Pemerintah Indonesia Kecam Penutupan Al-Aqsha dan Tindak Kekerasan yang dilakukan Israel

Salimunj.com- Pada tanggal 14 Juli 2017, zionis Israel menutup kompleks masjid Al-Aqsha untuk shalat Jum’at. Ini merupakan pertama dalam sejarah, umat Islam dihalangi untuk menunaikan shalat Jum’at di masjid Al-Aqsha, sejak 1969. Sebelumnya penutupan Al-Aqsha, terjadi saat Israel menang perang atas Arab pada tahun 1967 dan pada saat Al-Aqsa dibakar ekstrimis Yahudi pada tahun 1969.

Hal itu memicu kemarahan umat Islam di seluruh dunia. Gelombang demonstrasi massa dan protes bermunculan, ditambah dengan ditangkapnya Mufti Agung Masjid Al-Aqsha, Muhammad Ahmad Hussein.

Pemerintah Indonesia seperti dilansir dari antara, mengecam langkah Israel yang menutup dan membatasi akses umat muslim untuk beribadah di sana.

‘Indonesia prihatin dan sekaligus mengecam memburuknya situasi di kompleks Al-Aqsha dan penembakan terhadap Syeikh Ikrima Sabri, Imam Masjid Al-Aqsha di Yerusalem Timur,” Demikian siaran pers Kementerian Luar Negeri RI, Kamis (20/7).

Selanjutnya, Juru Bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir mengatakan bahwa Indonesia mendesak Israel untuk tidak mengubah status quo Kompleks Al-Aqsha dan The Dome of the Rock tetap sebagai tempat suci yang mudah diakses bagi semua umat Muslim.

Baru-baru ini, pemerintah Indonesia juga mengutuk keras serangan yang dilakukan pihak keamanan Israel di kompleks masjid Al-Aqsha yang menyebabkan tiga orang jamaah tewas dan lebih dari 100 orang mengalami luka-luka.

“Indonesia menolak segala bentuk aksi kekerasan dan pelanggaran HAM, termasuk pembunuhan terhadap jemaah yang berupaya menjalankan haknya untuk melakukan ibadah di Masjid Al-Aqsha,” Demikian pernyataan tertulis yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri RI baru-baru ini (22/7)

Pemerintah Indonesia mendesak Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan Dewan Keamanan PBB untuk mengambil sikap dan peran aktif terkait isu kekerasan tersebut. (FN)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *