[Siaran Pers] Istighosah dan Malam Muhasabah : Saatnya Umat Memilih

salimunj.com – Jakarta, Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) bersama Aliansi Pemuda Islam Djayakarta (APID) dan Presidium Pemuda Djayakarta (PPD) telah menyelenggarakan Istighosah dan Malam Muhasabah pada tanggal 14-15 April 2017, di Masjid Al Huda, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Agenda ini dimulai dengan pembukaan taawuz, basmallah, dan sholawat yang dipimpin oleh MC yaitu Akh. Abd. Mughni pada  pukul 20.23 WIB kemudian dilanjutkan dengan tilawah oleh Ketua LDK Salim UNJ, Akh. Mujahid Robbani Sholahudin. Acara ini dihadiri oleh ratusan jamaah yang terdiri dari pemuda/i dan masyarakat umum Jakarta.

Dengan suasana yang nyaman dan sejuk, acara diisi dengan taujih dari Ust. Muhammad Arifin. Kandungan isi dari QS. At Taubah: 21 menjadi muqodimah Ustadz Arifin dalam taujihnya kali ini. Dan mengawali pembicaraan dengan menceritakan sejarah nama kota Jakarta. Beliau menceritakan bahwa tokoh yang memberi nama Djayakarta adalah Fatahillah, yang merupakan ulama di negeri ini. Beliau menambahkan bahwa nama Djayakarta diambil dari makna QS. Al Fath: 1 yaitu kemenangan yang nyata. Begitulah Ustadz Arifin membawakan kisah sejarah Jakarta kepada para jamaah yang kebanyakan adalah pemuda-pemudi. “Jadi dari zaman dulu itu banyak sekali peran umat Islam khususnya para ulama kita yang membangun Kota ini” tambah cerita dari beliau.

Di akhir taujih, Ustadz Arifin memberikan tiga poin penting yang bisa kita lakukan untuk memenangkan pemimpin muslim untuk Jakarta ini, yaitu:

1. Jaga solidalitas, ukhuwah islamiyah, dan jaga kebersamaannya. Jika ibukotanya bisa terjaga Insya Allah NKRI juga akan semakin kuat kebersamaannya. Kemudian jadilah umat Islam yang konsisten dalam menjaga keutuhan kotanya. Banyak mengambil pembelajaran dari sejarah, jangan seperti Singapura yang bisa memajukan negerinya namun pribumi aslinya banyak yang terusir dari negerinya sendiri. Dan jangan sampai kota Jakarta ini bernasib sama dengan fenomena yang terjadi di Singapura, menjadi kota yang maju namun warganya terusir. Kita umat Islam harus saling mendukung dan saling menguatkan.

2. Optimalkan usaha kita. Harus masif dan luruskan niat. Dengan niat karena Allah dan kita laksanakan usaha yang benar karena Allah, Insya Allah, Allah hitung sebagai pahala jihad. Dan terus mengajak orang untuk memilih calon pemimpin muslim.

3. Kemenangan ini semata-mata karena dari Allah. Optimalkan doa-doa kita dan yakinlah hanya Allah SWT yang mampu membolak-balikkan hati manusia. Wallahualam bissawab.

Setelah sesi tanya jawab bersama Ustadz Arifin selesai, sekitar pukul 22.14 WIB agenda dilanjutkan dengan dzikir, sholawat, dan doa bersama yang dipimpin oleh Akh. Ronny Setiawan. Acara berlangsung secara khidmat dengan mengharapkan keridhaan Allah SWT atas kota Jakarta hari ini dan di masa yang akan datang.

Dan dipenghujung malam dalam istighosah ini, MC mempersilahkan Habib Fikri bin Ahmad Bafaraj untuk memberikan taujihnya kepada jamaah. Dengan pembawaan yang santai dan beberapa kali memberikan guyonannya, namun Habib Fikri tetap bisa membangun semangat para jamaah untuk kemenangan Jakarta pada malam itu. Setelah taujih dari Habib Fikri agenda pun diakhiri dengan kalimat hamdalah, istighfar, dan doa kafaratul majelis. Kemudian jamaah dipersilahkan untuk beristirahat sejenak di tempat yang sudah dipersiapkan panitia.

Pada pukul 03.30 WIB seluruh jamaah dibangunkan untuk mengerjakan shalat tahajud berjamaah. Hingga masuk waktu shalat subuh jamaah masih khusyu bermunajat kepada Allah di dalam masjid tersebut.

Setelah shalat subuh berjamaah, agenda  dilanjutkan kembali dengan taujih rabbani dari Ustadz Ir. Ahmad Mardono. Di dalam taujihnya, beliau banyak memberikan gambaran yang nyata akan pesta demokrasi di Jakarta ini. Beliau menyebutkan bahwa di akhir-akhir masa kampanye ini banyak sekali ditemukan kasus money politic yang dilakukan oleh tim sukses salah satu pasangan calon. Beliau memaparkan dengan jelas bahwa dengan pembagian sembako gratis, pembagian uang dengan nominal yang cukup besar, hingga pemalsuan identitas warga yang tidak memiliki KTP DKI Jakarta.  Kecurangan ini sudah marak terjadi, dengan target oknum tersebut adalah kalangan masyarakat menengah ke bawah. Kemudian Ustadz Mardono menambahkan dengan pemaparan kampanye sehat yang dijalankan oleh salah satu pasangan calon lain yaitu dengan memperbanyak silaturahim dengan masyarakat dan para pemuka agama. Dan di akhir taujihnya Ustadz Mardono menghimbau kepada seluruh jamaah untuk menggunakan hak suaranya untuk memilih calon pemimpin muslim dan sekaligus mengawasi jalannya Pilkada dari segala kecurangan-kecurangan. Terus perbanyak doa kepada Allah untuk memohon agar calon muslim kita menang secara mutlak sebagai pemimpin Jakarta dalam Pilkada tahun ini.

Banyak harapan warga Jakarta, khususnya masyarakat muslim Jakarta untuk pemimpin baru kota ini, yaitu Jakarta dikaruniai oleh Allah SWT seorang pemimpin yang jujur, cerdas, dan memperhatikan warganya. (SL)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *