WHO: 60% Rumah Sakit Umum di Syria Sudah Tidak Beroperasi

RS Syria

SALIMUNJ, Jakarta – Pada tanggal 24 Mei 2016, World Health Organization mengutuk pemboman yang mengincar suatu rumah sakit di Latakia, bagian barat Syria, tercatat 60% dari rumah sakit yang berada di negeri itu sudah tidak beroperasi atau hanya sebagian yang dapat berfungsi.

 Ledakan yang mengenai Jableh National Hospital pada hari senin itu membunuh lebih dari 40 orang dan melukai 35 lainnya. Seorang dokter dan 2 perawat juga ikut terbunuh, sementara 11 orang anggota staff terluka.
 Pernyataan resmi yang dikeluarkan WHO menyebutkan “akibat pemboman dan kerusakan yang disebabkan, rumah sakit sudah berhenti bekerja dan pasien yang selamat dipindahkan ke rumah sakit terdekat.”
 WHO menganggap serangan itu sebagai “pelanggaran HAM internasional”.
 “Penyerangan pada fasilitas kesehatan seperti itu tidaklah bisa diterima, baik dari segi frekuensi serangan maupun besarnya kerusakan yang ditimbulkan.”
 Kejadian itu mendesak semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk menghormati keamanan para ahli kesehatan, menuntut pihak yang berseteru agar mematuhi hukum HAM internasional.
 Diterjemahkan bebas oleh: Irfan Ramadhan
 Sumber: https://www.middleeastmonitor.com/20160525-who-60-of-public-hospitals-in-syria-no-longer-operate

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *