Gaza

Oleh : Trias Jayanti

(Guru Adzkia Islamic School – Pesantren Daarut Tauhid Jakarta)

 

Gaza..

Mataku pekat melihat langit malam ini. Samakah dengan langit di sana? Atau beda?

Gaza menjawab : Di langit tempatmu penuh cahaya bintang dan bulan sedang di sini bintang dan bulan tertutupi dengan cahaya ledakan.

Gaza..

Di sini baru saja turun hujan. Dinginnya merasuk hingga ke tulang. Bagaimana dengan suhu di sana?

Gaza menjawab : Hujan di negerimu bisa kau hangatkan dengan selimut tebal, beralas kasur, beratap rapat sempurna. Sedang kami di sini dihujani peluru tanpa selimut, beralas puing bekas, ledakan molotov dengan atap seadanya.

Gaza..

Kami baru saja selesai makan pizza yang kami beli dengan pesan antar. Bagaimana dengan rakyat di sana?

Gaza menjawab : Kami sudah biasa menahan lapar dari makanan yang mengenyangkan perut. Lisan kami biasa basah dengan muroja’ah. Dan perut kami biasa kenyang dengan peluru jitu.

Gaza..

Salam cinta dari kami untuk seluruh rakyat Palestina. Salam cemburu syahdu dari kami untuk seluruh mujahid yang telah gugur syahid.

Untukmu jiwa kami.. Untukmu darah kami..

Untukmu sepenuh cinta dari kami rakyat Indonesia kepada para syuhada di tanah lahirnya para anbiya, Palestina.

 

Redaktur : Nufi Eri

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *