Wanita Palestina Jalani Puasa Di Penjara

Wanita Palestina

SALIMUNJ.COM – Sedikitnya 23 wanita Palestina menjalani puasa Ramadhan tahun ini di balik penjara Sharon Israel, kata pengacara Badan Urusan Tawanan, Hanan Khatib Ahad (21/06).

Hanan Khatib mengatakan, para wanita tersebut mengalami penyiksaan dan pelecehan selama menjalani interogasi oleh tim pemeriksa Zionis.

Mereka mengeluhkan kondisi kesehatan yang memburuk, tidak boleh berkomunikasi dengan suami mereka atau keluarga mereka yang juga ditahan di penjara.

Salah seorang tawanan wanita Muna Taufiq dari Nablus yang ditangkap pada 15 April 2015 lalu mengatakan bahwa dia ditangkap lepas tengah malam dari rumahnya oleh para serdadu Zionis yang menyerbu rumahnya dengan menghancurkan pintu dan merusak isi rumah.

Dia mengatakan bahwa dirinya dipindahkan ke penjara Jamlah untuk menjalani pemeriksaan. Dalam pemeriksaan dia digeledah secara telanjang dan diancam oleh para pemeriksa akan menyiksa suaminya yang sakit kanker dan merusak reputasinya, dia juga mengalami carian dan pelecehan.

Dia juga menceritakan pernah diikat kedua tangan dan kakinya pada kursi dan ditengkurepkan ke tanah selama berjam-jam lamanya dalam kondisi yang sangat berat dan keras, hingga dia mengalami luka pada usus, kecapean dan kelelahan yang teramat sangat.

Dia menyebutkan bahwa kondisi sel-sel di penjara Jamlah seperti kuburan sempit yang tidak dimasuki udara, baunya sangat apak, lembab, dindingnya kasar dan hitam, tidak layak untuk penahanan manusia, kecuali hanya ada kasur kotor.

Dia mengatakan, tidak boleh dikunjungi pengacara selama 14 hari sejak ditangkap dan dibawakan pakaian, serta tidak boleh berkomunikasi dengan suaminya yang sedang sakit.(sa/info palestina)

Redaktur: Suandri Ansah

 

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *