Haruskah Aku Menyerah?

Oleh: Nufi Eri Kusumawati
Kepala Biro Muslimah FSI Al-Biruni 2013

Jiwa-jiwa yang kuat adalah ia yang mampu bertahan bahkan ketika jatuh. Jiwa-jiwa yang hebat adalah ia yang tahu bahwa hal itu berat, tapi tetap menjalaninya dengan semangat. Roda-roda kehidupan memang tak selamanya indah. Daun nan ranting pun tak selamanya hijau. Hidup adalah perjuangan. Ingin selamanya nikmat? Bukan di sini tempatnya. Ingin selamanya senang? Bukan di sini pula tempatnya. Allah telah menyiapkan sebaik-baik tempat ternikmat yg kekal, yaitu surga.

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” (QS. al-Ankabut: 2)

Ujian itu sunnatullah. Sudah sewajarnya kita hidup memang diberi ujian. Kadang Allah menguji dengan kesenangan dan kelebihan, kadang Allah menguji melalui kesedihan dan kepayahan. Lantas, apakah itu membuatmu terasa berat? Tentu saja. Pasti berat, itu jawabmu. Karena tak ada ujian yang tak berat, sekali pun ujian itu kesenangan dan kelebihan. Tapi satu yang perlu kita catat, bahwa Allah takkan menguji hambanya di luar batas kemampuannya.

Laa yukallifullahu nafsan illa wus’aha, Allah tidak membebani seseorang di luar kemampuannya. (QS. al-Baqarah: 286)

Sahabat, masih ingat saat SD dulu? Ibu Guru memberikan soal-soal ujian sesuai jenjang kelasnya. Beliau takkan memberikan soal ujian yang belum mencapai tingkatnya. Begitu pula hidup, mungkin saat ini kita dihadapkan dengan ujian-ujian tentang kuliah, hati, orang tua. Tapi mungkin beberapa tahun lagi kita akan dihadapkan dengan ujian-ujian lain seperti rumah tangga, anak, jabatan.

Tak ada yang tahu sebatas mana kemampuan manusia memanggul ujian-Nya. Tapi Allah lebih tahu. Dan tentu saja Ia lebih tahu kualitas dan kemampuan hamba-Nya. Maka bersyukurlah jika Allah memberikan ujian yang ‘cukup’ berat bagimu. Berarti setingkat itulah kemampuanmu. Dan setingkat itulah kau akan menapak ke tingkat selanjutnya (yang lebih tinggi). InsyaAllah.

Biarkan badai menjulang meniup tubuhku..
Menghempas ranting-ranting dedaunan
Mengombang-ambing diri
Tak apa, jika itu dari-Nya
InsyaAllah kan ku jalan

Sepenggal catatan untukmu dan muhasabah untukku
Semangaat kawan
We are never alone
Kita punya Allah. Smile

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *